Versi Tampilan Baru
Logo PPATQ Raudlatul Falah
Penerimaan Santri Baru Online (PSB)

PPATQ RAUDLATUL FALAH

PONDOK PESANTREN ANAK-ANAK TAHFIDZUL QUR'AN RAUDLATUL FALAH – PATI

Pati, Jawa Tengah Layanan Informasi PSB Terakreditasi A

Kurikulum & Metode Pembelajaran Tahfidzul Qur'an


Pondok Pesantren Anak-Anak Tahfidzul Qur'an (PPATQ) Raudlatul Falah menggunakan kurikulum berbasis pondok pesantren yang berciri khusus hafalan Al-Qur'an 30 juz, serta mengintegrasikan secara harmonis dengan kurikulum KEMENDIKBUD dan KEMENAG Republik Indonesia untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyyah (MI).


Kurikulum Terpadu MI TQ RF Terakreditasi A Sekolah Adiwiyata Kab. Pati 2025
4 Metode Utama

Metode Unggulan Menghafal Al-Qur'an

Dirancang khusus untuk usia anak-anak (golden age) dengan pendekatan talaqqi langsung, pengulangan berkesinambungan, dan evaluasi mutqin.

A. Metode Musafahah
A

Metode interaksi langsung (face-to-face) antara ustadz/ustadzah dan santri dengan pola:

  1. 1 Ustadz/Ustadzah membaca, santri mendengarkan dan sebaliknya
  2. 2 Ustadz/Ustadzah membaca, santri menyimak dan mendengarkan dengan seksama
  3. 3 Santri membaca hafalan, Ustadz/Ustadzah mendengarkan dan mengoreksi makhraj serta tajwid
B. Metode Resitasi
B

Ustadz/Ustadzah memberikan tugas terukur kepada santri untuk menghafal beberapa ayat tertentu hingga lancar dan hafal di luar kepala.

Setelah hafal, santri menyetorkan secara mandiri kepada ustadz/ustadzah pengampu halaqah.

C. Metode Takror
C

Santri mengulang kembali hafalan yang telah disetorkan secara kontinu (muraja'ah intensif), kemudian santri membacanya di hadapan ustadz/ustadzah.

Takror bertujuan mengunci hafalan lama agar tetap mutqin dan tidak mudah terlupakan.

D. Metode Mudarosah
D

Santri membaca hafalan secara bergiliran dan santri lain mendengarkan serta menyimak. Dalam pelaksanaannya dibagi menjadi 3 variasi:

1. Mudarosah Ayatan Santri membaca satu ayat, kemudian ayat berikutnya diteruskan oleh santri lain secara bergiliran.
2. Mudarosah Perhalaman Santri membaca satu halaman mushaf, kemudian diteruskan oleh santri lain per halaman.
3. Mudarosah Per-empat (1/4 Juz) Santri membaca seperempat juz secara bergantian untuk melatih nafas dan daya tahan hafalan.